Aku Mencintai Ibuku

AKU MENCINTAI IBUKU

Seperti bertahun yang lewat
tetap kukenali debar matamu
menggugurkan hatiku

"Jangan tinggalkan rumah ini, anakku. Demi dapur ibu yang menebarkan aroma kayu manis untukmu, demi berkuntum anyelir yang ibu rawat di depan jendela kamarmu, demi jantung ibu yang dialiri riak rindu padamu."

tapi tetap kau menyaksikan diriku pergi
dengan daster ungu cerahmu berhias hutan pinus
ketika aku berbalik
kulihat seorang perempuan yang tak sanggup membayangkan berada jauh dari buah hatinya

itu kenangan silam, ibu
kini ketika kembali padamu
kutemukan perempuan yg telah bermetamorfosis
menjadi kupu-kupu bening
terlihat keteduhan, kekuatan, percaya diri,
kelembutan dan ketegaran
dalam senyum yang rekah sempurna
serupa cahaya yang membangunkan musim semi

"Bagaimana kau lalui detak waktu sepeninggalku, ibu?"  tanyaku lirih nyaris tak mengenalmu. Sambil menyulam helai rambutku kau berkata

"Cintalah yang telah menghilangkan batas sakit. Hening wajahmu yang membuat ibu menari pada tiap ruang dalam rumah kita, pada malam-malam yang larung, anakku."

Aah...ibu, aku tak berani menatap cermin
kutahu seberapa hebat pantulan sosokmu
tak pernah retak walau membentur tepian
dan selalu
aku tak perlu mencarimu kemanapun
dirimu selalu menyambut pada setiap pintu
pada pulangku yang teramat senja

aku mencintaimu, ibu
karena dalam kekuatanmu
impian-impianku tetap terjaga kemerdekaannya

0 Response to "Aku Mencintai Ibuku"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan lagi santun ya :)