Kok Aku Tak Merindu Negeriku?

Kok Aku Tak Merindu Negeriku?
Mengawali tahun ini, negeriku menjala harapan baru pada eksotisnya pulau-pulau terluar, pada jengahnya buah yang kian meranum di hutan kota, pada ikan dan gurita yang panjangkan seratus kakinya hingga memagut bibir pantai dan mengundang nelayan tak harus bersampan, pada bling-bling emas dan nikel yang sembunyi pada patahan bumi menunggu diperawani, pada tradisi berkata santun yang merekat pada penyatuan anak negeri, tak peduli di barat atau di timur

Semestinya perjalanan warsa harus kuasa mendandani wajah negeriku. Tapi pantulan cermin tetap saja berkisah tentang persekongkolan raja dan ratu yang telah berganti rupa kian membuas, menelikung para penjaga tanah ruah darah

Kau lihat, kan?
Sekelompok orang yang berseteru membakar kampung yang elok menyisakan bau sengit daging terpanggang. Seorang kakek penyapu jalan yang berharap semua daun yang luruh berubah jadi lembaran uang saat mencium tanah renta. Seorang anak yang berani menitipkan nyawanya pada titian lapuk saat pergi sekolah. Seorang pengemis yang rehat di bawah langit telanjang, yang memimpikan berada dalam gua harta karun para penyamun.

Kau tak lara?
Para perempuan yang tawarkan gairah malam semata agar hidup bertekuk lutut padanya, ketika ibuku menggulai kepala ayam tanpa aroma rempah cengkih, pala, kapulaga dan kayu manis tersebab harga berubah jadi pembunuh mencekik leher

Awal tahun ini harusnya kupuja negeriku dengan pecahan bintang yang singgah pada dada bayi-bayi yang baru terlahir, yang kuingin kelak merindukan negerinya.
Tidak seperti aku, yang karamkan segala kehendak. Tersebab kewarasan negeri makin mengerdil tinggal hitam setitik, tak peduli pada romansa buruk yang dititipkan pada sebentuk tempurung

Kau ingin tertawa?
Tapi aku kini lebih rindu tuk bergelung hangat pada rahim ibuku, yang sedari awal kusebut Ibu Pertiwi yang ikhlas menyapih jutaan tangisan anak negeri tanpa bertanya apa jasamu

Itulah kenapa aku tak merindu negeriku

0 Response to "Kok Aku Tak Merindu Negeriku?"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan lagi santun ya :)