Namanya Lintang


namanya+lintangGadis kecil itu merah meranum, berusia 10 tahun, berkulit putih susu dengan rambut jingga keemasan. Dia suka menari di bawah pohon kersen di halaman rumahnya, bersama angin yang desaunya bagai dendang di telinganya.

Gaun merahnya akan menutupi sebagian wajahnya ketika tariannya berputar makin klimaks, hingga tak lagi tampak sepasang sepatunya kecuali warna hitam berkelebat di kakinya bak putaran gasing.

"Mengapa namamu Lintang?" tanyaku ketika kami duduk di rumput hijau saat dia letih dengan tariannya

"Karena aku berasal dari langit, dari dua titik yang saling berjauhan yang kemudian ditarik untuk menandai suatu tempat di bumi. Disitu aku terlahir kata ayah"

"Namamu indah" jawabku. Aku adalah Lara, begitu kau menamaiku, sosok teman khayalanmu yang berusia 13 tahun yang menjadi sosok kakak bagimu.

"Tapi hidupku tak selalu indah"
Lintang menjawab sambil berbaring di rumput basah, mengajakku menengadah langit, tersenyum pada arakan awan, semburat pelangi dan matahati yang malu hampir menghilang.

"Apa yang mencuri bahagiamu, Lintang?"

Lintang berbalik menatapku, ada kilauan basah di tepi pelupuk matanya

"Caraku terlahir, Lara. Kata ayah ketika ibu melahirkanku ia mengalami pendarahan (semua tergenang merah, daster ibu, seprai, bantal, sarung tangan dokter). Aku berhasil diselamatkan, seorang bayi merah di pelukan ibu yang memucat bening. Ibu meminta untuk menimangku sejenak untuk mengecup pipi dan keningku serta mengusap helai rambutku. Ibu terlihat bahagia sebelum ia menutup matanya dan pergi ke suatu tempat yang indah. Kata ayah tempat itu adalah surga."

Ah..Lintang, ada getir tak terperi untuk gadis kecil yang selalu menemaniku ( entah siapa menemani siapa). Aku mengagumi tariannya, seorang gadis kecil berbaju merah yang kembali berdiri melanjutkan tariannya di bawah langit.

"Lara, aku ingin agar ibu di langit selalu merindukan tarianku, agar ibu bisa melihat bahwa ada cukup darah pada merah gaunku untuk membuatnya hidup kembali. Pasti ibu akan turun dari langit dan mengajariku bernyanyi, bukan hanya angin yang melagukannya untukku"

Namanya Lintang, yang juga berarti komet atau kemukus.  Tapi ia tak ingin jatuh dari langit secepat jutaan cahaya, karena ia ingin tetap di langit bersama ibunya. Hanya mereka berdua, karena ayahnya tak pintar bernyanyi untuknya.

0 Response to "Namanya Lintang"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan lagi santun ya :)