Kututup Lembaran Tahun Ini

kututup+lembaran+tahun+ini

"Matahari makin senja dan redupnya selalu nampak di setiap kerjapan mata indahmu "
Selalu kau katakan itu di penghujung tahun saat kita mengenangkan kembali tahun-tahun yg berlarian tak penat pada kisah kita. Tak terasa lima tahun berlalu tanpa aku alpa menghitung lima jariku dan menandai mereka dengan sekelumit rasa yg menghampar, kian meragu.

Kau tahu sayang, ibu jariku sarat kembang setaman saat pertama jatuh cinta padamu." Rasanya pelangi merendahkan dirinya tuk membawa rasaku ke lapisan langit yang sejengkal dari surga. Kau selalu tertawa dengan pengandaianku.

"Kau lihat kan, sayang..pada jari telunjukku tersemai selaksa rindu yg kian menggurita lantas menganak pinakkan rindu-rindu lainnya di setiap inci dadaku." Lagi -lagi kau tertawa sambil membenamkan wajahmu dalam wangi rambutku, yg kau panggil gadis harum rempah.

"Jari tengahku bermandikan harapan akan masa depan cinta kita,  kian membibit subur walau duri dan bilur luka berganti menyapa letihku." Kembali kau tertawa mencumbu tepi bibirku dan membuatku terlupa, sebab yang tersisa hanyalah hasrat terpasung tak temui geloranya

"Sayang, jari manisku mendamba dilingkari sebentuk cincin mutiara berwarna putih, yg kau ambil sendiri dari cangkangnya di kedalaman laut asin." Sekali lagi kau tertawa, menghiburku dengan segenap kata surgawi dan sepuluh puisimu. Tersebab kau tahu puisi sanggup pecahkan dadaku.

"Lihatlah, jari kelingkingku adalah penanda suara hatiku, dan antara keduanya tak pernah saling mendustai, sayang." Kini mataku sembab dalam genangan yang membasah hingga tetesnya melewati pipiku, saat aku mengatakannya padamu. Penantianku selama lima tahun makin tak berujung, hanya menyisakan perih pada gamangmu. Kali ini tak ada suara tawamu, hanya matamu yg lekat menatapku, berharap ada yg tersisa pada kedalaman mataku, tapi tak ada apapun disana.

Mataharipun kian renta dan mataku tak lagi indah, semuanya terbunuh dalam jiwa durjanamu yang mengembara pada setiap pelukan. Telah usai semua kisah kita di penghujung tahun ini,"  Kali ini kudapati tawaku yang terdengar, getir dan pahit hingga tak mampu kukenali lagi, memantul pekak, begitu asing dalam kecewa.

Dan kaupun berlalu

0 Response to "Kututup Lembaran Tahun Ini"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan lagi santun ya :)