Jangan Sebut Kami Jalang

jangan-sebut-kami-jalang

Aku dibedah dari rahim dadu perempuan itu
Kutahu ia pelacur
Pertanda itu tak melenyap
Walau kubaca dari kanan ke kiri , itu tetap takdir

Aku dihidupi dari moral perempuan itu
Kutahu ia masih melacur
Siapa peduli jika imajiku tentang kehormatan kian diburu? Oleh kalian
Lelaki yang berebut menaiki kereta terakhir menuju taman bermadu

Aku dan perempuan pelacur itu
Kami telah merelakan jiwa kami dimakan kunang-kunang agar tetap bercahaya
Mantera kami selalu pekat menjajah
Anehnya, selalu saja memikat
Bagi kalian lelaki yang tak rindu pulang 

Tubuh kami menjelma lembaran angka, lipstik berpelangi, kilau berlian, hotel mewah dan berkubang nafsu emas
Sedang perempuan dan anak kalian, terjajah dalam sepi, tubuh mati, kutukan luka, memiskin

Ironis, kalian terperdaya dan tersesat di labirin dosa keadilan
Tak ada beda antara kami dan kalian, sama bersekongkol dengan bejatnya dongeng negeri ini, sang pemberi mimpi

Lantas, masih saja kalian sebut kami Jalang??

0 Response to "Jangan Sebut Kami Jalang"

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan lagi santun ya :)