Aku Memeluk Kehilangan


Tiga ratus enam puluh empat hari sudah
Aku memeluk kehilangan yang dingin
Lembaran almanak dan detak jarum jam jadi jengah dan berbisik keras
"Tak pantas kau alamatkan hilangmu pada kami, euforia hilangmu meluluh lantakkan segala, sungguh tak patut"

Bisa saja kuhangatkan hilangmu pada sinar pagi, biar awan yang mencerahkannya
Tak lagi abu-abu
Memudar
Mengadaptasi
Menemukan
Kembali
Meluruhkan sedih
Puzzle tersusun

Tujuh ratus dua puluh hari sudah
Aku memeluk kenangan menghangat
Tiket pesawat, kereta, bis, sepeda jadi kembara tuk hilangkan perih
Aku berbisik lembut pada diriku
"Kehilangan sejatinya mengindahkan hati bukan melarutkan impian. Akan kuletakkan pada susunan teratas dari puzzle yang lama menunggu tuk disusun"